Irman Gusman Terima Penghargaan Kehormatan dari Philip Kotler


Ketua DPD RI Irman Gusman menerima penghargaan kehormatan Country Marketing dari Philip Kotler Center for ASEAN Marketing (PKCAM) dalam acara The First ASEAN Marketing 2015 di Ballroom, The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Jumat (9/10/2015).

Penyerahan disaksikan istri, Liestyana Rizal Gusman, dan tiga menteri, yakni Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Lestari Priansari Marsudi, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, serta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah (Menkop UKM) Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga, bersama Pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya, serta Direktur Nanyang Technopreneurship Center Universitas Teknologi Nanyang Hooi Den Huan.

Philip Kotler Center for ASEAN Marketing (PKCAM) menilai Irman, semasa kepemimpinannya sukses membesarkan nama DPD, sekaligus memperjuangkan aspirasi dan kepentingan daerah. Dengan otonomi daerah yang semakin baik, program ini mampu mempercepat kemajuan daerah, yang berarti mewujudkan Indonesia maju dan kuat.

Selain itu, Irman merupakan satu-satunya ketua lembaga negara yang bergelar master of business administration konsentrasi studi marketing lulusan University of Bridgeport, Connecticut, Amerika Serikat.

Usai menerima penghargaan, Irman memberikan keynote speech. Secara khusus Irman menyampaikan penghargaan kepada sesepuh pemasar dunia, Philip Kotler. Menurutnya, kehadiran Kotler hari ini mengingatkannya pada ucapan Jenderal Douglas McArthur, ‘Tentara Old Never Die’.

“Mirip tentara, marketer juga tidak pernah tua. Mengapa? Dalam usia 84 tahun, Kotler masih begitu enerjik untuk berbagi pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman kepada generasi muda di banyak negara,” ujar Irman.

Dia menilai, sebagian besar negara-negara diwakili dalam pertemuan puncak pemasaran ini menghasilkan produk yang sama untuk pasar global. Tapi diferensiasi, postioning, dan strategi merek yang menjadi alasan mereka unggul atau tidak.

“Kompetisi adalah nafas pasar global, tapi kolaborasi dapat memberdayakan setiap negara untuk melakukan langkah yang baik karena kita melayani masyarakat global yang dengan kualitas, layanan, potensi, dan peluang. Itulah salah satu alasan 10 negara ASEAN bersatu membentuk pasar bersama yang tenggatnya mulai akhir tahun ini,” papar Irman.

Irman meyakinkan peserta acara bahwa dalam pasar global ini dia mendorong potensi provinsi, kabupaten, dan kota yang terdesentralisasi agar melakukan kegiatan ekonomi. Setiap daerah memasarkan potensinya.

“Bali tidak hanya berkompetisi dengan DI Yogyakarta dan Sumatera Barat di wilayah Indonesia, tapi dengan Langkawi dan Johor Bahru di wilayah Malaysia,” ucap Irman.

Maka itu diferensiasi, postioning, dan strategi pemasaran yang baik, lebih dari apapun, menjadi penentu utama untuk keberhasilan daerah dalam merebut pasar global, termasuk pasar regional ASEAN yang dihuni 650 juta orang dan seterusnya.

Hadir pula delegasi AMF (Asia Marketing Federation), yaitu Japan Marketing Association (JMA), China CCPIT Commercial Sub-Council, Marketers Society of Korea (MASOK), Taiwan Institute of Marketing Science (TIMS), Hong Kong Institute of Marketing (HKIM), Marketing Society Bangladesh (MSB), Sri Lanka Institute of Marketing (SLIM), Insitute of Marketing Malaysia (IMM), Marketing Institute of Singapore (MIS), Marketing Association of Cambodia (MAC), Indonesia Marketing Association (IMA), Philippines Marketing Association (PMA), dan Marketing Association of Thailand (MAT).

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s